Lembaga Seni Lukis dan Kaligrafi (LSLK) merupakan sebuah lembaga yang berada dalam naungan KBM UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sanggar ini berdiri pada tanggal 09 Juni 1997 dari keresahan jiwa seorang mahasiswa yang bernama Wahyudi Darmalaksana untuk mengapresiasikan apa yang dimilikinya dan apa yang telah didapatkannya dari ma'had gontor dulu. keresahan tersebut akhirnya terealisasikan juga berkat dukungan dari rekan-rekannya di kampus IAIN sekarang UIN Bandung. memang dari segi keorganisasian belumlah cukup untuk mendirikan sebuah lembaga, namun itulah yang dinamakan perjuangan untuk mendapatkan apresiasi dari kalangan civitas akademika.
perlahan demi perlahan, namun pasti, sanggar tersebut mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk meneruskan bakat dan ingin mengetahui seluk-beluk tentang seni lukis dan kaligrafi. berdirinya sanggar LSLK ini tidak lepas pula dari kakaknya yang berdiri duluan yakni Teater Awal Bandung yang juga berada dalam naungan BEM KBM UIN Bandung, makanya apabila LSLK mendapatkan permasalahan yang cukup memukau anggota dan pengurus pihak sesepuh teater lah yang membantu untuk memecahkan permasalahan tersebut.
namun begitu, meskipun adanya intervensi dari sesepuh seniman tak ayal LSLK bisa berjalan dengan sendirinya tanpa adanya bantuan dari mereka. LSLK selama ini terdoktrin oleh para seniman idealis sehingga pantas diterima oleh anggota dan pengurus serta alumni LSLK. meskipun demikian seniman yang berorientasi kepada pragmatis tetaplah jalan dan tak terganggu oleh pihak seniman idealis.
pada satu sisi, idealis memang menjadi suatu kewajiban untuk dilaksanakan oleh seniman LSLK, namun dari sisi lain pragmatis tetap mengibatkan benderanya untuk berpegang teguh terhadap prinsipnya meskipun selalu diobrak-abrik dan dicacimaki serta di-Cap sebagai seniman materialistik yang hanya bisa menjual karya-karyanya tanpa memahami makna dibalik karya.
obrolan dan debating ini masih terjadi sampai saat ini, namun diharapkan dengan adanya perbedaan menjadi rahmat bagi anggota, pengurus dan para alumni yang masih memegang teguh pada prinsipnya bahwa kami memang beda.
Rabu, 11 Juni 2008
Langganan:
Postingan (Atom)